Serendipity : The Art of Looking for Happiness

Pernah tidak kita merasakan ada satu momen dalam hidup dimana kita merasa mendapatkan kebahagiaan secara tidak sengaja? Seperti setelah sekian lama mencari suatu ide, dam akhirnya kita mendapatkan nya. Atau berhasil memecahkan masalah yang sudah bertahun-tahun lamanya. Ataupun membuat seseorang tersenyum dan tertawa setelah sekian tahun lama kita tidak melihatnya. Jika pernah, apa yang anda rasakan adalah Serendipity.

Secara definisi pribadi, saya menganggap Serendipity adalah suatu momen dan proses saat kita menemukan sesuatu kebahagiaan tanpa kita tahu apa hal itu dan bagaimana hal tersebut akan terjadi. Serendipity adalah sebuah seni dalam mencari kebahagiaan.

Indah bukan?
Menurut saya, ini benar-benar menenangkan jiwa.

Serendipity biasa dibilang sebagai dumb luck, happy coincidence, unintended discovery. Tapi jangan salah, serendipity dan keberuntungan sangatlah berbeda. Keberuntungan adalah kejadian membahagiakan yang tidak terduga, sedangkan serendipity adalah proses saat kita menemukan suatu kebahagiaan, yang sebelumnya kita tidak tahu hal itu ada disana.

Serendipity pun bukanlah kecelakaan. Serendipity adalah skill. Serendipity adalah hasil yang tidak terduga dari suatu proses pencarian. Tidak semua orang bisa dan dapat mengalami, membuat, atau mendapatkan hal ini.

Hal tersebut ternyata menarik perhatian peneliti asal University of Missouri yang bernama Sandra Erdelez. Dia mulai mencari tahu bagaimana seseorang dapat membuat (atau tidak membuat) serendipity-nya sendiri. Ada 3 hasil grup orang-orang yang dia dapatkan :

  1. Non-Encounters, atau orang-orang yang tidak pernah mengalami serendipity. Kelompok ini cenderung orang yang selalu terpaku pada to-do list yang mereka buat.

  2. Occasional Encounters, atau orang-orang yang hanya sesekali mengalami serendipity.

  3. Super Encounters, atau orang-orang yang merasa mereka dapat menemukan serendipity dimana-mana.

6839bc_21b82f14926442bcbe627761244b6fe0

Dari hasil ini, dapat terlihat bahwa ternyata tidak semua orang dapat menemukan serendipity. Tidak semua orang akan merasakan kebahagiaan dalam keadaan ‘tersesat’, seperti orang-orang yang berada di kelompok Non dan Occasional Encounters. Sedangkan bagiĀ  orang-orang yang termasuk dalam kelompok Super-encounters, ‘tersesat’ mungkin merupakan hal yang paling baik yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Serendipity adalah buah hasil karya dari optimisme yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Dalam menjalankan kehidupan kita memang selalu membuat goal, tujuan, dan rencana. Kadang berhasil dilakukan, kadang pun gagal. Serendipity adalah mindset seseorang untuk menemukan suatu kebahagiaan.

Orang-orang yang tidak memiliki serendipity akan berkata :
“Bagaimana kalau gagal?”

Orang-orang yang memilikinya akan berkata :
“Bagaimana ternyata kalau hasilnya mengaggumkan?”

(Photo : Serendipity by Google; How Serendipity Works by Chuck Frey)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s